GlobalSulbar.com, Jakarta – Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo memberikan penghargaan masuk Bintara Polri kepada Satrio Mukhti.
Satrio Mukhti (18) merupakan calon siswa (Casis) Bintara yang menjadi korban begal, sehingga dua jarinya terputus.
Jenderal Sigit merekrut Satrio untuk ikut pendidikan Bintara Polri melalui jalur khusus disabilitas.
Atas hal itu, Sejumlah pihak mengapresiasi sikap Kapolri.
Salah satunya yakni, Ketua Umum PP Persis, Jeje Zaenuddin.
“Kami sangat mengapresiasi sikap bijak Kapolri yang memberikan kuota khusus bagi casis bintara polisi yang jadi korban pembegalan,” tutur jeje Zaenuddin, Minggu 19 Mei 2024.
Ia menilai, Jenderal Sigit sangat luar biasa menunjukkan sikap humanis dan berempati.
Sikap itu pun dipandang patut dijadikan contoh oleh pejabat negara lainnya.
Lebih lanjut ia berpandangan, masyarakat sangat wajar jika merasa salut dan bangga dengan sikap humanisme serta rasa empati tersebut.
“Sikap humanisme, simpati, dan empati Kapolri kepada casis yang jadi korban kejahatan adalah sikap yang luar biasa membanggakan dan membahagiakan, bukan hanya bagi korban dan keluarganya, tetapi juga patut jadi teladan bagi para pejabat di instansi lainnya,” ujarnya
Sementara itu, Asisten Kapolri bidang Sumber Daya Manusia, Irjen. Pol. Dedi Prasetyo mengatakan, Kapolri, Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo prihatin dengan insiden yang dialami oleh Satrio Mukhti.
Menurutnya, meski demikian, Jenderal Sigit pun mengaku bangga lantaran Satrio Mukhti memiliki keberanian melawan komplotan begal tersebut.
“Bapak Kapolri prihatin dengan kejadian yang dialami casis tersebut. Namun Bapak Kapolri pun bangga, casis tersebut memiliki keberanian melawan komplotan begal, dan casis tersebut tetap semangat ingin mengikuti rekrutmen,” ungkap Irjen. Pol. Dedi Prasetyo dalam keterangan tertulis, Jumat 17 Mei 2024.
(Kalam)
***





