GlobalSulbar.com, Mamuju – Sebagai bentuk kepedulian terhadap masalah stunting di Provinsi Sulawesi Barat, ketua Bhayangkari Polda Sulbar Ny. Miranti Adang, berupaya untuk menyelamatkan 1000 hari pertama anak dari stunting.
Salah satu upayanya yaitu memaksimalkan pangan olahan kebutuhan medis.
Menurut, Ny. Miranti Adang, mengatakan, stunting merupakan kondisi gagal tumbuh pada anak balita akibat kekurangan gizi terutama pada 1000 hari pertama kehidupan”
“Cirinya bisa kita lihat pada kondisi fisik anak dimana panjang atau tinggi badan menurut umurnya lebih rendah dari standar nasional ditambah lagi tingkat kecerdasan anak tidak maksimal” katanya, Selasa (8/8)
Ia menuturkan, untuk mengejar ketertinggalan pertumbuhan pada anak yang gagal tumbuh di Sulbar, pemberian Pangan olahan kebutuhan Medis Khusus akan menjadi prioritas pihaknya sebagai salah satu solusi yang efektif untuk penanganan stunting.
“Jadi kedepan kami akan memaksimalkan pemberdayaan pemberian pangan olahan untuk kebutuhan Medis Khusus dengan menggandeng pihak kesehatan tentunya” tuturnya
Miranti juga mengakui telah meminta seluruh Bhayangkari untuk aktif pada penanggulangan stunting salah satunya suplai gizi kepada anak-anak dan balita atau pemanfaatan pangan olahan untuk kebutuhan Medis Khusus.
Dirinya juga menambahkan, tanpa memaksimalkan pangan olahan untuk kebutuhan Medis Khusus mustahil 1000 hari anak dapat diselamatkan dari bencana stunting”
“Sebagai bentuk keseriusan bersama menangani stunting di wilayah, misi kita bersama adalah berkomitmen sebagai promotor untuk mewujudkan generasi berkualitas” tambahnya
Sejalan dengan hal tersebut, Kapolda Sulbar, Irjen Pol Adang Ginanjar juga sudah memerintahkan jajaran polres, polsek dan bhabinkamtibmas untuk bersinergi dengan instansi terkait guna menurunkan angka stunting di wilayah sulbar. (HPS)
(Kalam)






